Creasi adalah situs cari kerja kreatif di Indonesia yang membantu semua Creative Talent (pekerja kreatif) melamar kerja dengan cepat dan mudah. Hanya dengan satu isian singkat dan upload CV + Portfolio dalam satu file, lamaran kerja akan terkirim. Para Talent Seeker (perusahaan maupun individu) dapat memasang info lowongan kerja kreatif dan melakukan proses rekrutmen dengan cepat dan mudah. Beberapa kategori lowongan kerja yang populer adalah: graphic design, illustrator, web design, copywriter, content writer, photographer, packaging design, fashion design, motion graphic dan digital imaging. Dengan info lowongan kerja terbaru di Creasi, mencari lowongan kerja dan melamar kerja di bidang kreatif menjadi semakin gampang.

Memperkenalkan Indonesia ke Anak Bangsa


Memperkenalkan Indonesia ke Anak Bangsa

Sejak kecil, kita selalu merayakan dirgahayu Negeri tercinta dengan beragam cara. Mulai dari lomba makan kerupuk, tarik tambang, sampai balap karung dan panjat pinang. Mungkin sudah tidak terhitung pula berapa kali kita membongkar dan memasang hiasan di sepeda mini untuk karnaval. Ketika kita sudah terlalu senior untuk menjadi peserta (not to mention-old), maka peran kita pun ikut naik kelas dengan menjadi panitia. Saat menjadi panitia, tentunya kita pun harus kerja keras dan menjadi kreatif untuk membuat event dan kreasi yang lebih menarik.

 

Setiap menghadiri upacara kemerdekaan, belum pernah sekali pun saya menitikkan air mata ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. Di Davao, Filipina, kami mendadak cengeng. Ketika Sang Merah Putih dikibarkan di negeri orang, air mata kami pun mengalir, merindukan tanah air. Merindukan kebebasan untuk bisa shalat dimana saja serta makanan khas Indonesia yang terkenal spicy. Perayaan hari kemerdekaan disini merupakan ajang reuni bagi para WNI di Davao City dan sekitarnya. Mereka datang berduyun-duyun bersama keluarga, membawa anak istri dan sanak saudara. Tua, muda, bahkan ada keluarga yang membawa bayi dan balita. Aula lantai 2 House Of Indonesia (HOI) pun nampak seperti camp pengungsian. Kasur dan kain tipis menjadi alas tidur mereka selama beberapa hari sampai puncak perayaan kemerdekaan tiba.

 

Penasaran, saya mencoba bertanya kenapa mereka mau jauh-jauh datang ke HOI setiap tahun? "Kami ingin mengenalkan Indonesia kepada anak-anak", jawab seorang bapak. Sebagian besar dari anak-anak WNI yang tinggal di area Kepulauan Mindanao memang sulit untuk bersekolah di Sekolah Indonesia Davao (SID) karena jarak dan akomodasi yang tidak memungkinkan. Walaupun di SID terdapat asrama, namun karena daya tampungnya yang terbatas membuat mereka tidak mengizinkan. Belum lagi biaya tinggal berpisah dengan orang tua yang berarti harus mengepulkan dua dapur. Padahal, sebagian dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan dengan menjadi nelayan di pesisir pantai.

 

"Hanya dengan cara inilah, anak-anak kami tahu negeri nenek moyangnya", ujar salah satu ibu. Sebagian besar dari anak-anak WNI ini belum bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Mereka lebih cakap berbahasa Visaya atau Cebuano. Kondisi ini dipahami oleh pihak KJRI Davao yang mengirimkan staf pengajar dari SID ke area pesisir dan kepulauan di sekitar Davao City secara berkala, untuk mengajarkan Bahasa Indonesia.

 

Disini, banyak anak Indonesia yang belum pernah menginjakkan kakinya di negeri nenek moyangnya. Kebanyakan mereka bertanya, “Seperti apa Jakarta? Seperti apakah Dufan dan Monas? Apakah enak tinggal di Indonesia?Kami hanya menjawab sekenanya sesuai dengan pengalaman kami. Yang pasti, ketika kami balik bertanya apakah mereka ingin "pulang"? Sebagian besar dari mereka bilang bahwa suatu hari nanti mereka akan datang ke Indonesia. Namun entah kapan. Yang pasti, mereka tahu darimana mereka berasal. Darah bangsa apa yang mengalir di tubuh mereka.

 

Pengalaman di  Davao tahun 2010 lalu adalah event 17-an paling keren menurut pengalaman saya. Ketika kami belajar bersama, bahwa  perayaan hari kemerdekaan bukan hanya soal pesta yang kreatif dan kemeriahan, tetapi juga tentang bagaimana menempatkan kembali Indonesia di hati kita. Bagaimana menjadi seorang Indonesia sejati. Di tengah gempuran budaya Barat dan negara asia lainnya, sebagian generasi penerus kita tenggelam dalam arus budaya asing tersebut. Sementara, sebagian lain yang hidup dalam kawasan terpencil, terseok-seok mempertahankan Indonesia di hati dan pikiran anak-anak mereka. Walaupun susah sungguh, namun mereka tetap tangguh. Kami hanya bisa berharap bahwa semangat kebangsaan mereka tidak akan luruh.

 

Nah, buat kamu yang belum dapet pekerjaan kreatif sebagaimana apa yang kamu impikan, ayo jangan menyerah! Creasi bisa membantu kamu mendapatkannya dengan mudah.

 

Sumber:

Pengalaman pribadi saat kerja/bertugas menjadi staf pengajar pelatihan aplikasi mobile berbasis J2ME di Davao, Filipina (http://seamolecdavao.blogspot.co.id/p/about-us.html).

 

Referensi bacaan:

(http://www.kaskus.co.id/thread/50b7130448ba549443000044/meninjau-layanan-pendidikan-anak-anak-wni-di-davao-filipina/) 

 

Sumber gambar: www.freepik.com

Posted on September 16, 2016 | by: Inne R.A | Comment: 0

Share with

Mail

TOP

thanks for www.uiuxfirst.com